Description
Inspirasi penulisan buku ini berangkat dari realitas sosial dan ekonomi di Kabupaten Samosir, sebuah pulau di tengah Danau Toba yang dikenal sebagai jantung budaya Batak. Samosir memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, namun belum seluruh potensi tersebut memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat lokal. Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan, masih terdapat kesenjangan dalam distribusi manfaat ekonomi, rendahnya literasi digital, serta terbatasnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sektor pariwisata. Kondisi ini mendorong perlunya model pemberdayaan ekonomi yang menempatkan komunitas sebagai pelaku utama dalam pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Buku ini disusun sebagai hasil dari penelitian mendalam yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memahami hubungan antara kapabilitas komunitas, modal kultural, partisipasi sosial, dan identitas budaya dalam penguatan ekonomi lokal. Melalui studi kasus di Samosir sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas Nasional, buku ini berupaya menggambarkan bagaimana sinergi antara kekuatan sosial-budaya dan partisipasi masyarakat dapat menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan warisan budaya.






Reviews
There are no reviews yet.